artikel

Yuk Ajak Anak Menyimak Komik Islami, Ada Pesan Teladan dari Rasulullah SAW

Bagaimana mengajarkan perilaku baik kepada anak-anak? Yang pasti anak-anak membutuhkan contoh atau tauladan dari orangtua. Memberikan contoh nyata akan lebih baik dari kata-kata. Ingat, ayah dan bunda, anak-anak adalah peniru yang ulung.

 

Nah, mengajarkan perilaku baik seperti kemandirian, disiplin, kejujuran, dan kasih sayang akan lebih bagus diperkenalkan sejak mereka masih usia dini. Sebab, mengajarkan adab saat anak beranjak dewasa tentu akan lebih sulit.

 

Islam mengajarkan dengan detail bagaimana berperilaku yang baik dan beradab. Setiap gerak dan langkah kita mulai dari bangun tidur, masuk ke kamar mandi, makan, minum, hingga kembali ke tempat tidur, semua ada aturannya. Setiap tingkah laku mesti tertuju kepada kebaikan, kebersihkan, dan akhlak terpuji. Itu semua karena Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi semesta. Bukan sebaliknya.

 

Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang kedatangannya adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Setiap tingkah laku dan ucapan Rasulullah dituangkan ke dalam hadits oleh para sahabatnya. Seperti kebiasaan Rasulullah yang selalu menjaga kebersihan mulutnya. Diceritakan dalam Hadits Riwayat Bukhari, “Dari Hudzaifah ra. telah mengatakan: Adalah Nabi SAW jika telah bagun dari tidurnya, maka beliau menyikat mulutnya dengan siwak (sikat giginya). “

 

Sementara teladan dalam pendidikan anak adalah tuntutan untuk menimba ilmu. Karena ilmu penting sekali dalam kehidupan, hingga Rasulullah SAW pernah menyampaikan “kejarlah ilmu hingga ke negeri China.” Ingat juga seperti yang diriwayatkan dalam Hadist Riwayat Muslim, “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.

 

menggunting-kuku-komik-islami

 

 

Salah satu jenis buku yang biasanya disukai anak-anak adalah komik. Komik dapat dijadikan media untuk mengedukasi anak-anak. Mereka lebih mudah menangkap sesuatu melalui teks, visual, dan urutan adegan dalam gambar komik. Oleh karena itu, komik bisa disebut sebagai media literasi visual.

 

Dengan komik, minat membaca pada anak-anak bisa digali. Buku yang didominasi bahasa gambar ini biasanya menjadi media yang pas sebagai pembelajaran. Tentunya, komik disesuaikan dengan usia anak dan terdapat pesan moral kebaikan.

 

Sebagai referensi, buku Komik Islami dengan cerita bergambar ini bisa menjadi bahan bacaan untuk anak. Buku ini berisi 33 hadits rasul, cerita teladan untuk anak-anak, dan gambar komik yang dapat diberi warna.

 

Komik Islami memiliki empat seri, yaitu seri adab kemandirian sehari-hari, seri adab beribadah, seri karakter muslim, dan seri kasih sayang. Komik Islami ditulis oleh Nurul Ihsan. Buku berukuran 21 x 28 cm ini diterbitkan oleh Anak Kita.

 

komik islami

 

Cerita-cerita dalam komik ini disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari. Cerita-cerita yang dekat dengan keseharian anak, misalnya di lingkungan rumah dan sekolah. Ada cerita tentang hikmah dari bahaya memfitnah, agar tidak pamer, bertetangga, berbagi, dan banyak contoh nyata yang menarik disampaikan untuk anak-anak.

 

Yuk, ayah dan bunda dampingi anak-anak saat menyimak buku ini. Luangkanlah waktu 10 menit untuk menyampaikan cerita-cerita dalam Komik Islami ini kepada mereka. Berikan pula contoh teladan baik sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, teladan baik dalam berbagai perilaku hidup, mengajarkan kasih sayang kepada manusia dan segala ciptaan Allah di alam semesta ini.

 

 

Mendidik Buah Hati dengan Metode Islamic Montessori

mendidik-buah-hati-cara-islamic-montessori

Foto anak bermain pink tower oleh Sardo Michael.

 

 

Belajar mengenal kehidupan dimulai sejak anak usia dini. Caranya dengan mengenalkan benda-benda di sekitar untuk mereka mainkan, pegang, rasakan, lihat, dan dengar. Inilah metode bermain sembari belajar untuk balita. Orangtua hanya secara pemerhati, menyediakan fasilitas, dan memandunya, serta mengawasinya.

 

Benda-benda nyata bisa diambil di sekitar anak, terutama di dalam rumah. Bisa diambil dari dapur atau apa saja yang ada di rumah. Hal ini untuk menemukan pengalaman baru, mengasah motorik (kasar/halus), dan mengasah kemampuan sesuai sensitivitas usia dan bakat mereka. Berikan anak-anak kebebasan dengan  batasan tentu.

 

Sebab semua anak-anak itu unik, membawa peran masing-masing. Tugas orangtua dan pendidik menemukan bakat-bakat mereka. Mendorong dan mengawasi mereka dalam bermain, beradaptasi dengan lingkungan alam sekitar.

Menyemir-Sepatu-2

Latihan menyemir sepatu menjadi bagian edukasi ala Islamic Montessori. | Foto: Zahra Zahira

 

 

Inilah metode Montessori, cara mendidik untuk anak usia di bawah enam tahun dengan kasih sayang dan lebih humanis. Metode ini yang memprioritaskan penghormatan kepada anak-anak. Metode Montessori berlaku universal, bisa diaplikasikan lintas ras, budaya, suku, dan agama.

 

Gagasan mendidik ala Montessori ini oleh Zahra Zahira, kemudian diadopsi dalam pendekatan Islami. Maka lahirnya nama Islamic  Montessori. Sebuah metode pendekatan mendidik cara Montessori berfondasi nilai-nilai Islami.

 

Zahra berlatar belakang seorang pendidik yang belajar langsung di Melbourne Montessori School. Ia menerapkan ilmu strategi pembelajar untuk anak dalam wujud Granada, pre school and kindergarten. Sebuah sekolah untuk anak di bawah 6 tahun bermetodekan Montessori di Kota Depok, Jawa Barat.

 

Pada dasarnya, pendidikan model ini bertujuan membentuk kemandirian anak dan mendekatkan anak-anak kepada Allah SWT. Semua dimulai dari anak-anak di bawah 6 tahun. Caranya dengan memberikan benda-benda yang konkret atau nyata dan berinteraksi dengan makhluk ciptaan Allah.

 

Misalnya, dalam belajar menyayangi hewan peliharaan seperti ikan di akuarium. Orangtua bisa memberikan contoh memberi makan ikan. Awali dengan bismillah, saat ini kita akan belajar menyayangi ciptaan Allah. Alhamdulillah kita diberikan amanah untuk memelihara dan menjaganya. Sekarang bunda kasih contoh menaburkan makanan ikan ke dalam akuarium. Selanjutnya, berikan kesempatan anak mengikuti langkah bundanya memberi makan ikan. Dan akhiri aktivitas ini dengan Alhamdulillah, sembari bercerita seputar ikan-ikan dalam akuarium tersebut.

 

Sementara belajar materi Islam dalam mengenalkan kebesaran Allah, bisa menggunakan buku kisah nabi-nabi. Ajak anak-anak untuk mendengarkan cerita dari bunda. Metode mendengarkan cerita ini bisa disampaikan untuk anak usia di bawah tiga tahun.

 

kisah nabi nuh di islamic-montessori

Mendengarkan kisah Nabi Nuh dengan memperlihatkan ilustrasi gambar kepada anak. | Foto: Zahra Zahira

 

Metode pengajaran Montessori sudah dikenal sejak dulu, sebagai metode pengajaran yang diakui oleh dunia pendidikan sebagai ‘alat’ ampuh mendidik anak-anak. Karena mengaplikasikan untuk anak-anak sesuai dengan perkembangan dan usia anak-anak.

 

Sebagai referensi pendampingan untuk orangtua yang memiliki buah hati berusia 0 sampai 6 tahun, bisa menggunakan buku karya Zahra Zahira, berjudul Islamic Montessori. Buku ini terdiri dua seri, yang disesuaikan dengan usia 0 hingga 3 dan seri 3 hingga 6 tahun.

 

Zahra Zahira menjelaskan dalam buku ini, “Islamic Montessori adalah pembelajaran Montessori untuk mendekatkan anak-anak kepada Allah SWT dalam membantu proses belajar mereka.”

 

Pembelajaran Islamic Montessori mencakup pada Islamic studies, practical life, sensoris, matematika, bahasa, dan culture. Penerapan aktivitas Montessori buku ini dikemas dengan menarik, menyenangkan, dan tak lupa pula selalu mengajak anak-anak untuk mengingat kebesaran dan keagungan sang Pencipta. Dilengkapi juga dengan lembaran Form Observasi Aktivitas Perkembangan Anak.

 

Yuk Bun, dampingi anak bermain, hargai mereka, amati, dan gali potensi serta bakat alami mereka!

 

Follow Your Child

  

Buku Islamic Montessori yang diterbitkan anakkita ini bisa didapatkan di toko buku terdekat, dan toko buku daring di Indonesia.

 

 

--

 

 

 

6 Cara Mengajari Anak Belajar Bahasa Inggris

anakBarangkali ada ketakutan sendiri ketika orangtua ingin mengajari anak belajar bahasa asing kepada anaknya. Biasanya alasannya klasik, karena orangtua kurang mahir dalam berbahasa Inggris. Sesungguhnya bukan masalah jika orangtua tidak begitu pandai dalam berbahasa Inggris.  Saat ini banyak media belajar bahasa yang cukup familiar untuk belajar bahasa khusus untuk anak. Yang termudah, misalnya menggunakan tutorial YouTube, televisi, film, dan buku.

Kebingungan lain biasa mau mulai dari mana mengajarinya. Khusus untuk TK dan SD, seperti halnya dalam belajar bahasa Indonesia, mengajari anak berbahasa Inggris bisa dimulai dari mengenalkan angka-angka, warna-warna, kata sifat (besar, bahagia, sedih, tinggi), lawan kata, nama-nama binatang, dan lain sebagainya.

Setelah tahu apa yang ingin dikenalkan dan diajarkan kepada buah hati Anda, buatlah cara belajar yang variatif. Agar cara belajar bahasa Inggris tidak membosankan, tentu orangtua perlu kreatif. Berikut beberapa cara yang mungkin bisa bunda ikuti agar anak menyukai bahasa Inggris.

 

Membacakan Cerita

 

Membacakan cerita pendek dan sederhana dalam bahasa Inggris bisa bunda coba. Buku cerita bergambar, penuh ilustrasi dan warna biasanya disukai anak-anak. Membuka buku bersama-sama buah hati sembari mengucapkan kata-kata baru dan mengenalkan artinya bisa jadi awal yang bagus untuk belajar bahasa Inggris.

 

Bernyanyi

 

Selain menyenangkan, mengajak anak-anak bernyanyi dalam bahasa Inggris, tidak terasa akan mengenalkan mereka pada aneka kosakata. Lewat cara ini bunda pun bisa mengajarkan artinya dan cara pengucapannya

 

Bermain

 

Tidak bisa dipungkiri waktu anak-anak banyak dihabiskan untuk bermain. Termasuk  dalam mengenalkan bahasa asing kepada anak, pun perlu disematkan dengan cara permainan. Hal ini untuk menghindari kebosanan belajar dengan permainan, games yang menyenangkan tentunya.

 

Rutin

Lebih baik mengajarkan bahasa Inggris dalam 15 menit secara rutin dibandingkan belajar lama tetapi membosankan. Lakukan sehari sekali secara rutin agar bisa menjadi kebiasaan.

 

Menonton Film

 

Biarkan anak menonton film anak untuk melatih pendengaran dan menambahkan kosakata bahasa Inggris. Biasanya anak akan bertanya jika mereka tidak mengerti artinya. Nah, di sini orangtua harus siap dengan kamus.

 

Kamus Bergambar

 

Belajar bahasa Inggris untuk anak dengan kamus bergambar bisa menjadi media yang efektif dan menyenangkan. Melalui kamus kamus-lengkap-bergambar-inggris-indonesiabergambar orangtua bisa dengan mudah menunjukkan langsung nama benda, kata sifat, tempat, dan lain sebagainya.

Sebagai referensi buku “Kamus Lengkap Bergambar; Inggris – Indonesia” bisa dijadikan panduan orangtua dan anak dalam mengenalkan bahasa Inggris. Kelebihan buku ini dikelompokkan dalam 50 kosataka yang ada di sekitar kita dan mudah ditemukan. Untuk memudahkan cara pengucapan di bagian bawah kata dilengkapi cara baca dan QR Code yang bisa langsung didengarkan lewat handphone.

Yuk, belajar bahasa Inggris mulai dari rumah!

 

 

Subcategories

Page 1 of 2

Rekomendasi

Cover-MONTESSORI-0-3-tahun     Cover-MONTESSORI-3-6-tahun

banner-wira--dane