Dongeng Si Tudung Merah

tudung-merah-1-thumbKamu suka membaca dongeng? Dongeng apa saja sih yang kamu suka? Apakah kamu sudah pernah baca dongeng Si Tudung Merah? Kalau kamu belum tahu, yuk kita baca dongengnya bersama-sama! ☺

tudung-merah-1

Kamu suka membaca dongeng? Dongeng apa saja sih yang kamu suka? Apakah kamu sudah pernah baca dongeng Si Tudung Merah? Kalau kamu belum tahu, yuk kita baca dongengnya bersama-sama! ☺

tudung-merah-2Ada seorang anak yang suka sekali memakai mantel bertudung merah. Semua orang pun memanggilnya dengan nama, “Si Tudung Merah”. Suatu hari, ibu mendapat kabar kalau Nenek sakit. Ibu lalu meminta Tudung Merah membawa beberapa makanan untuk menghibur Nenek. Ibu menyiapkan satu botol madu, dua buah apel, tiga potong roti, dan empat kue jahe. Semua itu dimasukkan ke sebuah keranjang.

Rumah Nenek ada di seberang hutan. Sebelum pergi, ibu mengingatkan agar Tudung Merah tidak memotong jalan lewat hutan yang gelap. Ibu juga berpesan agar Tudung Merah tidak berbicara pada orang yang tidak dikenalnya. Tudung Merah berjanji akan mematuhi pesan ibu dan berjalan dengan riang gembira. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia ingin membawakan bunga kesukaan Nenek. Bunga itu tumbuhnya di dalam hutan. Akhirnya Tudung Merah memasuki hutan dan memetik tiga tangkai bunga merah, lima tangkai bunga biru, dan tujuh tangkai bunga kuning. Saat Tudung Merah sedang asyik memetik bunga, dari balik pohon ada Serigala yang bertanya tentang apa saja yang Tudung Merah bawa di keranjangnya.

Mendengar kalau Tudung Merah mau pergi ke rumah Nenek, diam–diam si Serigala pergi dan menyelinap masuk ke rumah Nenek. Serigala lalu menangkap dan mengurung Nenek di dalam lemari pakaian. Serigala itu pun menyamar menjadi Nenek dengan memakai baju, topi, dan kacamata kepunyaan Nenek. Tidak lupa, Serigala menutupi tubuhnya dengan selimut.

Tudung Merah akhirnya sampai ke rumah Nenek, dan melihat neneknya sedang berbaring di atas tempat tidur. Tudung Merah kaget, karena penampilan neneknya tidak seperti biasanya

“Mata Nenek besar sekali,” kata Tudung Merah.

“Supaya Nenek bisa lebih jelas melihatmu,” jawab Nenek alias si Serigala yang sedang menyamar.

“Telinga Nenek panjang sekali,”

“Supaya Nenek bisa lebih jelas mendengar suaramu,”

“Hidung Nenek juga panjang sekali,”

“Ah, Nenek terlalu banyak bersin,” Serigala mulai merasa kesal.

“Wah! Tangan Nenek besar sekali!” pekik Tudung Merah terkejut.

“Iya! Ini untuk merebut keranjang itu!” Serigala melompat lalu merebut keranjang yang dibawa Tudung Merah.

Tudung Merah ketakutan dan berlari ke luar rumah. Seorang pemburu lewat dan segera menghampiri Tudung Merah. Setelah tahu kejadiannya, Pemburu itu menyiapkan senapannya dan pelan-pelan masuk ke dalam rumah. Pemburu itu pun berhasil mengusir Serigala yang sedang asyik makan. Serigala terkejut dan segera lari keluar rumah. Setelah Serigala berhasil diusir keluar, Tudung Merah jadi bertanya-tanya di manakah neneknya berada? 


si-tudung-merah1Dongeng Si Tudung Merah ini diambil dari dongeng Eropa yang berjudul “The Red Riding Hood”. Dongeng ini sudah sangat sering diceritakan hingga menjadi terkenal sampai sekarang. Kemudian Stella Ernes menceritakannya kembali dengan ilustrasi buatannya yang menarik dan juga bergaya interaktif agar anak tidak hanya membaca, namun juga bisa berinteraksi bersama aktivitas yang ada di dalam dongengnya.

 

 

Rekomendasi

kamus-lengkap-bergambar-inggris-indonesia     menggambar-manga-dengan-pensil-untuk-pemula

banner-wira--dane