"> Kiat Menumbuhkan Rasa Syukur pada Anak-anak -
anak-anak yang bersyukur

Kiat Menumbuhkan Rasa Syukur pada Anak-anak

Dari banyak hal yang perlu disampaikan kepada anak,  setidaknya ada tiga ini bisa menjadi prioritas penting yang perlu diajarkan kepada anak sejak usia dini. Pertama, keimanan. Kedua, akhlak, dan ketiga praktik dan kesadaran rasa syukur. Dalam artikel ini yang akan sedikit diulas bagaimana mengajarkan rasa syukur kepada anak-anak. 

Mengapa rasa syukur penting? Kebiasaan bersyukur ketika dikenalkan kepada anak sejak dini akan menjadi kebiasaan positif dan membawa kebaikkan kepada diri anak dan lingkungannya. Anak yang mudah bersyukur dan mudah menerima kenyataan, harapannya lebih mudah beradaptasi dengan kenyataan yang sering kali tidak sesuai dengan kehendaknya. 

Mulailah dari hal sederhana dan relevan dengan keseharian anak-anak, misalnya dalam memilih makanan. Bunda bisa menyampaikan apa yang ada di rumah dan makanan dimasak itu semua pemberian dan rezeki dari Allah, disyukuri dan dinikmati, di luar sana masih banyak orang yang kesulitan mendapatkan makanan. 

Soal makanan, sampaikan cerita di meja makan, misalnya tentang perjalanan nasi. Nasi ini datang di atas meja membutuhkan “kolabarasi” dan bantuan banyak orang, dari petani, distributor, pedagang, dimasak pun butuh tenaga dan waktu Bunda. Demikian pula telur, tahu, tempe, ikan, dan sayuran, semua perlu disyukuri dan dihargai. Caranya, berdoa sebelum makan, berterima kasih kepada Allah dengan habiskan makanan di piring tanpa sisa, atau tidak membuangnya. Jangan lupa selesai makan, biasakan mengucapkan alhamdulillah.

Sementara soal mainan di rumah misalnya. Ajari anak-anak untuk merawat dan menyimpannya dengan baik, dan mengembalikan sesuai dengan tempatnya. Tidak mudah menyampaikan kebiasaan ini kepada anak, butuh perintah berulang dan contoh. Namun demikian untuk memulai cara bersyukur dari hal-hal kecil yang sederhana. 

Selain itu, menumbuhkan rasa syukur bagian penting dari cara berterima kasih kepada Allah SWT, sebagai maha yang mengadakan rezeki dan pencipta segala sesuatu. Anjuran untuk selalu bersyukur ada dalam beberapa surat di Al Quran, misalnya dari surat Ibrahim 7, Luqman 12, dan Al Baqarah 152. 

 

Sesungguh­nya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7)

 

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.  (QS Luqman: 12)

 

“Ingatlah kepadaKu, niscaya Aku ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku, dan jangan kufur (dari nikmat-Ku).” QS al-Baqarah: 152 ‎ 

 

Ajari Anak Bersyukur Mulai Usia Dini

 

Selama ini bagaimana cara Bunda mengajarkan rasa syukur kepada anak-anak? Mengajarkan rasa syukur tidak perlu menunggu anak tumbuh besar dan dewasa. Di tengah ramainya media sosial dengan konten yang beragam, anak-anak perlu dibekali merasa cukup perlu disampaikan kepada anak sejak usia dini. 

Tren atau suatu hal sedang viral di media sosial, tidak selalu harus diikuti. Mainan, handphone mahal, baju, makanan yang biasa lewat ditawarkan di media sosial tidak selalu harus dimiliki. Bunda bisa mengatakan apa yang ada di media sosial itu belum tentu kita butuhkan dan bermanfaat bagi kita. 

Inilah tugas orang tua memberikan wawasan bahwa rezeki orang berbeda-beda, dan sudah ditentukan oleh Allah. Selain itu rezeki bukan sekadar uang dan materi, ada juga bisa berupa kesehatan, ilmu, makanan, minuman, udara bersih, dan lain sebagainya. 

Tugas lainnya, orang tua bisa mendorong agar anak belajar menghargai dirinya sendirinya. Anak bisa bangga dan percaya diri dengan kemampuannya. Betul Bunda, setiap anak memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri.

 

Efek Positif Anak Rajin Bersyukur

 

Anjuran untuk selalu bersyukur juga berdampak secara psikologi kepada anak yang rajin bersyukur. Diantaranya mereka yang pandai bersyukur lebih sehat secara psikis dan fisik, bahagia, dan mudah berempati. Sementara mengutip, haibunda.com, anak-anak yang tumbuh dengan rasa syukur lebih berempati, menyenangkan, dan lebih sopan, dan menghargai perasaan orang lain.

Dengan menyadari rasa syukur anak lebih ceria, tidak mudah frustasi dan jauh dari murung. Kebahagiaan tidak selalu ada karena materi. Kebahagiaan hadir karena manusia banyak bersyukur. Rasa syukur letaknya di dalam hati. Kita perlu seringkali mengajarkan hal ini, tahap demi tahap. Mulai dari cara sederhana.

Mengapa kebiasaan rasa syukur dapat menyebabkan anak jadi berempati? Dengan ikut berlatih memposisikan dirinya dan merasakan kondisi keadaan orang lain, anak-anak menjadi lebih mudah untuk bersyukur. Merasakan saat seseorang sedang mengalami musibah dan kesedihan mendalam, menjadikan anak-anak belajar bersyukur dengan kondisi apa yang ia jalani dan hadapi.

 

Ajarkan Mengucapkan Terima kasih dan Alhamdulillah

 

Selain mengajarkan kepada anak kebiasaan untuk mengucapkan minta tolong saat membutuhkan bantuan dan meminta maaf ketika bersalah, ajarkan juga mengucapkan rasa terima kasih. Ucapan terima kasih atas apa yang ia dapatkan kapan dan di mana pun. 

Ucapan terima kasih terutama kepada Allah SWT, yang memberikan kehidupan, kenyamanan, ketenangan, Allah yang memberikan segalanya. Selanjutnya berterima kasih kepada nabi, orang tua, dan orang-orang yang telah membantu.

Kebiasaan mengucapkan alhamdulillah, misalnya jika ditanya kabar, seusai bersin, sehabis makan, melihat orang lain sedang bahagia.

Biasakan anak melihat kenyataan dalam kehidupan, ini. Ketika sering diajak ke tempat-tempat yang kurang beruntung. Ada orang yang lebih miskin, mereka belum beruntung, nah Bunda bisa memberikan penjelasan dan wawasan soal ini. Harapannya anak terbiasa tidak saja mengucapkan rasa syukur, namun belajar menyadari. 

Kita bisa mengingat kembali dari hadis riwayat Bukhari Muslim,Lihatlah orang yang di bawah kamu, bukan di atas kamu.” Hadis ini bisa menjadi pedoman terkait rasa bersyukur dalam hidup. 

Berikan pandangan kehidupan ini tidak selalu dinilai dengan materi, kebahagiaan terletak pada saat seseorang merasa cukup. Kebahagiaan terletak pada hati. Kebahagian dan kenikmatan akan bertambah jika seseorang selalu bersyukur dalam hidupnya. Semoga Bunda di rumah diberikan kemudahan dalam menyampaikan hal in kepada anak-anak.

 

Rekomendasi buku anak di bulan Ramadan

Sebagai buku-buku rujukan untuk mendampingi anak-anak di rumah selama bulan Ramadan, berikut tiga judul

 

Sumber artikel:

YouTube, Nu.or.id,  Wolipop.detik.com

 

Leave a Comment